free counters

PISANG

Nama Lokal :
Banana (Inggris) - Tsiu, Cha (Cina) - Pisyanga, Kila (India) - Pisang (Indonesia) - Klue (Thailand) - Gedang (Jawa) - Cau (Sunda) - Biu (Bali) - Puti (Lampung) - Wusak lambi, lutu (Gorontalo) - Kulo (Ambon) - Uki (Timor)

Kerajaan : Plantae

Divisi : Magnoliphyota

Kelas : Liliopsida

Ordo : Zingiberales

Famili : Muscaceae

Genus : Musa

Spesies: Musa paradisiaca

 

Jenis - Jenis Tanaman Pisang di Indonesia dikelompokkan menjadi 4 sebagai berikut :

1. Pisang Serat

Pisang Serat adalah tanaman pisang yang tidak diambil buahnya, tetapi seratnya lah yang diambil. Pada abad ke-16 penduduk Filiphina memanfaatkan serat pisang manila ini untuk bahan pakaian. Karena pisang ini dinamakan musa tekstilis.

2. Pisang Hias

Pisang hias juga tidak diambil buahnya. Tumbuhan ini memang bagus sekali ditanam di muka rumah sebagai hiasan. Pisang hias dibagi lagi menjadi dua jenis yaitu pisang kipas dan pisang-pisangan. Mengapa disebut pisang kipas? Ya, karena bentuknya yang menyerupai kipas. Nama lain pisang kipas adalah pisang madagaskar, karena diduga berasal dari daerah madagaskar. Sedangkan untuk pisang-pisangan, tumbuhan ini berbatang semu yang kecil-kecil dan tumbuh berumpun indah ditanam di muka rumah karena bentuknya yang kecil

3. Pisang Buah

Pisang jenis ini tentu sudah tidak aneh dan tidak asing lagi bagi kita, karena pisang jenis ini lah yang sering kita temui. Pisang buat ternyata dapat dibedakan menjadi 4 golongan.

Golongan pertama adalah pisang yang dapat dimakan langsung setelah masak, misalnya pisang kepok, pisang jus susu, pisang hijau, pisang emas, pisang raja dan lain sebagainya.

Golongan kedua adalah golongan pisang yang dapat dimakan setelah diolah terlebih dahulu, misalnya pisang tanduk, pisang oli, pisang kapas, pisang bangkahulu dan lain sebagainya.

Golongan ketiga adalah golonga pisang yang dapat dimakan langsung setelah masak maupun yang harus diolah terlebih dahulu, misalnya pisang kepok dan pisang raja.

Golongan keempat adalah golongan pisang yang yang dapat dimakan sewaktu masih mentah, pisang ini adalah pisang kelutuk (pisang batu) biasanya pisang ini dibuat rujak sewaktu masih muda dan rasanya sepet.

------------- Jenis - jenis Pisang Komersial -------------

Komersial? Apa maksud dari pisang komersial?
Pengertian komersial disini adalah pisang tersebut banyak tersebar dan dapat ditemukan dengan mudah di pasaran, baik di pasar umum maupun supermarket. Jenis-jenis pisang itu banyak digemari oleh masyarakat karena keistimewaannya.

1. Pisang Barangan

Pisang Barangan di Filipina dikenal dengan pisang lakatan, dan di Malaysia dikenal dengan pisang berangan. Pisang jenis ini sangat popular sebagai pisang meja. Warna kulit buahnya kuning kemerah-merahan dengan bintik-bintik coklat. Sedangkan daging buahnya berwarna keorenan, rasanya enak dan aromanya harum.

2. Pisang Raja

Pisang jenis ini tangkai buahnya terdiri atas 6 sisir yang masing-masing terdiri 15 buah. Warna daging buahnya kuning kemerahan tanpa biji. Empulur buahnya nyata dengan tekstur kasar. Rasanya manis.

3. Pisang Raja Sere

Pisang raja sere dikenal sebagai pisang meja karena ukuran buahnya yang kecil. Pada waktu matang warna kulitnya kuning kecoklatan dengan bintik-bintik coklat kehitaman. Kulit buahnya tipis, warna daging buahnya putih, rasanya manis dan aromanya harum.

4. Pisang Raja Uli

Pisang ini dikenal sebagai pisang olahan. Warna kulit buahnya kuning cerah dan daging buahnya berwarna putih. Buahnya berasa manis dan aromanya harum. Pisang ini sangat enak jika disajikan sebagai pisang rebus maupun pisang goreng.

5. Pisang Raja Bulu

Pisang raja bulu tergolong sebagai buah yang dapat digunakan sebagai buah meja dan buah olahan. Daging buahnya agak tebal, rasanya manis, aromanya kuat. Pada waktu matang warna kulitnya kuning berbintik-bintik cokelat. Warna daging buahnya putih kemerahan. Konon, pisang raja bulu yang dikukus dan daimakan dengan madu dapat menguatkan jantung kita, lho!

6. Pisang Kepok

Pisang kepok di Filipina dikenal sebagai pisang saba, sedangkan di Malaysia dikenal sebagai pisang nipah. Buahnya enak dimakan setelah diolah terlebih dahulu. Bentuk buahnya agak pipih sehingga terkadang dikenal dengan sebutan pisang gepeng.

Pisang kepok memiliki banyak jenis. Yang terkenal antara lain pisang kepok putih dan pisang kepok kuning. Apa bedanya? Pisang kepok putih daging buahnya berwarna putih sedangka pisang kepok kuning daging buahnya berwarna kuning. Pisang kepok kuning memiliki rasa yang lebih enak dibanding pisang kepok putih. Oleh sebab itu, pisang kepok kuning lebih disukai oleh masyarakat.

7. Pisang Tanduk

Pisang tanduk ukuran buahnya besar dan menyerupai tanduk. Oleh sebab itu pisang ini dikenal dengan sebutan pisang tanduk. Bila matang warna kulitnya cokelat kemerahan dan berbintik-bintik. Warna daging buahnya putih kemerahan. Pisang jenis ini cocok untuk olahan.

8. Pisang Mas

Pisang ini bentuk buahnya kecil-kecil dengan panjang 8 - 12 cm dan diameternya 3 - 4 cm. Pisang mas bila matang berwarna kuning cerah. Kulit buahnya tipis, rasanya sangat manis, dan aromanya kuat. Konon pisang mas dapat digunakan sebagai obat penyakit kuning.

9. Pisang Ambon Lumut

Warna pisang ambon lumut pada waktu matang hijau atau hijau kekuningan dengan bintik-bintik cokelat kehitaman. Daging buahnya berwarna putih kemerahan dan lunak. Rasanya manis enak dan aromanya kuat. Ukuran buah 15 - 20 cm dengan diameter 3 - 3,5 cm.

10. Pisang Lampung

Pisang jenis ini mirip dengan pisang mas. Perbedaannya terletak pada ujung buahnya. Pisang lampung ujung buahnya lancip sedangkan pisang mas ujung buahnya tumpul. Warna kulit buah kuning penuh dan warna daging buah putih kemerahan. Rasa buahnya manis dan aromanya harum. Pisang lampung disajikan sebagai hidangan segar. Sayangnya, pisang jenis ini mudah sekali rontok dari sisirnya.

11. Pisang Tongkat Langit

Pisang jenis ini banyak ditemukan di Maluku. Bentuknya khas dengan tandan buahnya menuju keatas. Oleh karenanya pisang ini disebut pisang tongkat langit. Warna kulit buahnya merah jingga dan warna daging buahnya putih kuning.

kembali ke atas

SHOUT!

 

Copyright 2011 by Ajeng Ayu Syafitri